Kamis, 21 Juni 2012

NITRIL

Hidrolisis nitril
Pengenalan
Ketika nitril yang dihidrolisis Anda dapat menganggap mereka bereaksi dengan air dalam dua tahap - pertama untuk menghasilkan amida, dan kemudian garam amonium dari asam karboksilat.
Sebagai contoh, etannitril akan berakhir sebagai amonium etanoat akan melalui ethanamide.
 


Dalam prakteknya, reaksi antara nitril dan air akan sangat lambat hingga benar-benar diabaikan. Nitril ini bukan dipanaskan dengan baik asam encer seperti asam hidroklorat encer, atau dengan alkali seperti larutan natrium hidroksida.
Hasil akhirnya adalah sama dalam semua kasus, tetapi sifat yang tepat dari produk akhir bervariasi tergantung pada kondisi Anda gunakan untuk reaksi.

http://www.chemguide.co.uk/organicprops/nitriles/hydrolysis.html

Kamis, 14 Juni 2012

KELOMPOK I (LAKTON)



Lactone (Lakton)
Lakton adalah ester siklik  yang merupakan produk kondensasi dari alkohol-OH dan asam karboksilat-COOH dalam senyawa yang sama. Ciri khas dari lakton adalah sebuah cincin yang menutup yang terdiri dari 2 atau lebih karbon yang memiliki carbonyl dan atom oksigen yang bersebelahan 

Cara penamaan lakton

*                   Hitung jumlah atom karbon antara carbonyl (C=O) dan atom Oksigen. Jika ada 1 carbon, maka disebut alpha laton, jika ada dua karbon maka disebut beta lakton, kalau ada 3 atom karbon maka disebut gamma lakton.
 
 
*                   Menggunakan nama ester dari lakton tersebut, yaitu dengan cara menggantikan kata asam (acid) dengan olide
 

 
*                   Dinamai berdasarkan precursor dari senyawa asamnya, seperti aceto =2, propio = 3, butyro = 4, Valero =5, capro =6) yang diakhriri dengan –lactone dan prefix huruf latin yang merupakan menyatakan jumlah karbon dalan heterosiklik.

 Lakton yang lazim dijumpai pada alam misalnya, vitamin C, nepetalakton, iridomyrmex.
Vitamin C
  •     Vitamin C adalah salah satu jenis vitamin yang larut dalam air dan memiliki peranan penting dalam menangkal berbagai penyakit
Vitamin C merupakan senyawa yang sangat mudah larut dalam air, mempunyai sifat asam dan bersifat pereduktif yang kuat. Sifat-sifat tersebut terutama disebabkan adanya struktur enediol. Yang berkonyugasi dengan gugus karbonil dalam cincin lakton.
 
Vitamin C yang mempunyai rumus empiris C6H8O6 dalam bentuk murni merupakan Kristal putih, tidak berwarna, tidak berbau dan mencair pada suhu 190-1920C. senyawa ini bersifat reduktor kuat dan mempunyai rasa asam.
Vitamin C sangat mudah larut dalam air (1 gram dapat larut sempurna dalam 3 ml air), sedikit larut dalam alkohol (1 gram dalam 50 ml alkohol absolut atau 100 ml gliserin) dan tidak larut dalam benzene, eter, kholoroform, minyak dan sejenisnya. Walaupun vitamin C stabil dalam bentuk Kristal, tetapi mudah rusak atau terdegredari jika berada dalam bentuk larutan, terutama jika terdapat udara, logam-logam seperti Cu dan Fe dan cahaya (terutama jika vitamin C terdapat bersama-sama dengan riboflavin). Sifat yang paling utama dari vitamin C adalah kemampuan mereduksinya yang kuat dan mudah teroksidasi yang dikatalis oleh beberapa logam terutama Cu dan Ag.potensial oksidasi reduksi vitamin C pada pH 4 pada suhu 350C adalah E0=+0,116 V. Dalam larutan vitamin C menunjukan sifat asam (pH 2,5) serta mempunyai konstanta dissosiasidengan pK1=4,04 dan pK2=11,40 pada suhu 250C.
  http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/2191118-vitamin/
Masalah :
Berdasarkan artikel diatas diketahui bahwa Vitamin C merupakan senyawa yang sangat mudah larut dalam air, mempunyai sifat asam dan bersifat pereduktif yang kuat. Sifat-sifat tersebut terutama disebabkan adanya struktur enediol. Yang berkonyugasi dengan gugus karbonil dalam cincin lakton.bagaimana struktur enediol yang berkonjugasi dengan karbonil dalam cincin lakton ? 

Kamis, 07 Juni 2012

Sintesis Amida


Asam humat merupakan makro-molekul heterogen yang mengandung
atom O, N, dan S yang memberikan kontribusi pada kemampuan senyawa
tersebut untuk berinteraksi dengan logam [1]. Asam humat larut dalam basa
dan tidak larut dalam asam dengan berat molekul besar, yang ditandai oleh
adanya gugus fungsional kaya oksigen, yaitu –COOH, fenolik, alkoholik (-OH)
dan C=O kuinon [2]. Gugus karboksilat adalah gugus dominan dalam senyawa
ini yang memberikan sifat asam paling besar dibandingkan gugus fungsional
lainnya. Senyawa humat memiliki kemampuan membentuk kompleks dengan
ion-ion logam, terutama logam transisi.
Berbagai penelitian tentang aplikasi asam humat telah dilakukan. Asam
humat banyak digunakan sebagai adsorben terhadap logam-logam alkali dan
alkali tanah seperti Na dan K, Ca, Mg maupun logam-logam transisi seperti Fe,
Cr, Cd, Ni, Zn, dan juga sebagai adsorben untuk ion NH
4
+
, dan lain-lain [3]).
Asam humat yang diimobilisasikan pada PAH (polyethylaminehydrocloride)
dalam sensor pestisida [4] dan multi layer film asam humat sebagai material
membran dalam sensor glukosa [5], [6] meneliti pengaruh konsentrasi dan
kekuatan ion pada asam humat dan asam fulvat terhadap kemampuan
membentuk ikatan dengan logam Cu dan Pb.

Prosiding Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan dan Penerapan MIPA,
Fakultas MIPA, Universitas Negeri Yogyakarta, 16 Mei 2009
K-305
Dalam penelitian ini, asam humat dimodifikasi menjadi turunannya
berupa senyawa amida yang disintesis melalui reaksi esterifikasi. Senyawa
amida derivatif dari asam humat digunakan sebagai ionofor membran pada
elektroda selektif ion. Kompleks ion logam M
n+
(guest) dengan amida derivatif
dari asam humat (host) atau ligan dapat dipertimbangkan sebagai model host-
guest
 dimana ion logam M
n+
merupakan bola yang terperangkap dalam suatu
struktur semacam lobang (cavity) dari molekul amida turunan dari asam humat
yang memiliki rantai siklik atau terbuka. Sisi cavity ini mengandung gugus-
gugus polar dari atom-atom elektronegatif seperti oksigen, nitrogen, dan sulfur
dari amida derivat dari senyawa humat yang digunakan untuk berinteraksi
dengan ion logam M
n+
 [7].

Berdasarkan hal tersebut di atas, senyawa amida derivatif dari asam
humat diharapkan dapat diaplikasikan sebagai ionofor membran pada elektroda
selektif ion. Ionofor merupakan reseptor yang stabil dan bersifat lipofilik,
membentuk kompleks dengan spesies hidrofilik bermuatan. Ionofor merupakan
komponen penting dalam membran yang merupakan penentu kualitas sensor
kimia [8]. Komponen lain sebagai penyusun membran adalah plasticizer
sebagai pelarut membran, zat aditif lipofilik, dan matriks pendukung membran
Dalam penelitian ini digunakan zat aditif berupa asam oleat dan NaTPB;
plasticizer berupa DBE dengan matriks pendukung membran yaitu PVC.
Membran tersebut diaplikasikan sebagai komponen dalam elektroda selektif
ion.
 
Elektroda selektif ion (ESI) merupakan salah satu metode analisis yang
penggunaannya cukup luas dan biasanya diaplikasikan pada analisis rutin
terutama dibidang klinis, biokimia, proses kontrol, dan analisis lingkungan.
Perkembangan ESI dewasa ini bertujuan untuk meningkatkan selektivitas dan
sensitivitas dengan jalan sintesis dan karakteristik ionofor baru [9], sehingga
dalam penelitian ini diharapkan sintesis amida dari asam humat dapat terjadi
dan dapat diaplikasikan sebagai ionofor dalam membran pada elektroda selektif
ion serta memberikan selektivitas yang baik terhadap suatu logam target.
 
Berdasarkan uraian tersebut, maka rumusan masalah dalam penelitian ini
berhubungan dengan sintesis senyawa amida derivatif dari asam humat dan
aplikasinya sebagai ionofor pada membran elektroda selektif ion.
Tujuan dari penelitian ini adalah mensintesis senyawa amida derivatif
dari asam humat dalam kondisi optimumnya, dan mengetahui selektivitas dan
karakterisasi elektroda selektif ion.
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang sintesis
senyawa makromolekul baru terutama sintesis senyawa derivatif asam humat
pada kondisi optimum dan pemanfaatannya sebagai ionofor dalam membran
elektroda selektif ion.

poliester

Pembuatan poliester sebagai sebuah contoh polimerisasi kondensasi
Pada polimerisasi kondensasi, jika monomer-monomer bergabung bersama, ada sebuah molekul kecil yang hilang. Ini berbeda dengan polimerisasi adisi yang menghasilkan polimer seperti poli(eten) – dimana pada proses ini tidak ada yang hilang ketika monomer-monomer bergabung bersama.
Sebuah poliester dibuat dengan sebuah reaksi yang melibatkan sebuah asam dengan dua gugus -COOH, dan sebuah alkohol dengan dua gugus -OH.
Pada poliester umum yang digambarkan di atas terdapat:
Asam benzen-1,4-dikarboksilat (nama lama: asam tereftalat).
Alkohol yaitu etana-1,2-diol (nama lama: etilen glikol).
Sekarang bayangkan kita menyusun senyawa-senyawa ini secara bergantian dan membuat ester dimana masing-masing gugus asam dan masing-masing gugus alkohol, kehilangan satu molekul air setiap kali sebuah sambungan ester terbentuk.
Hasilnya adalah rantai seperti ditunjukkan di atas (walaupun kali ini dituliskan tanpa memisahkan ikatan rangkap C=O – namun anda bisa menuliskannya sesuai selera anda).
Pembuatan poli(etilen tereftalat) dalam skala produksi
Reaksi terjadi dalam dua tahap utama, yaitu: tahap pra-polimerisasi dan polimerisasi sesungguhnya.
Pada tahap pertama, sebelum polimerisasi terjadi, terbentuk sebuah ester yang cukup sederhana dari asam dan dua molekul etana-1,2-diol.
Pada tahap polimerisasi, ester sederhana ini dipanaskan pada suhu sekitar 260°C dan pada tekanan rendah. Dalam hal ini diperlukan sebuah katalis – ada beberapa kemungkinan termasuk senyawa-senyawa antimoni seperti antimoni(III) oksida.
Poliester terbentuk dan setengah dari etana-1,2-diol diperbaharui. Ini selanjutnya dilepaskan dan disiklus ulang.
Hidrolisis poliester
Ester-ester sederhana mudah dihidrolisis melalui reaksi dengan asam atau basa encer.
Poliester diserang dengan mudah oleh basa, tetapi jauh lebih lambat oleh asam encer. Hidrolisis dengan air saja sangat lambat sehingga hampir tidak diperhitungkan. (Poliester tidak akan terurai menjadi bagian-bagian kecil jika terkena air hujan)
Jika anda menumpahkan basa encer pada sebuah kain yang terbuat dari poliester, maka sambungan-sambungan esternya akan putus. Etana-1,2-diol terbentuk bersama dengan garam asam karboksilat.
Karena dihasilkan molekul-molekul kecil dan bukan polimer asli, maka serat-serat kain tersebut akan hancur, dan terbentuk sebuah lubang pada kain.
Sebagai contoh, jika anda mereaksikan poliester dengan larutan natrium hidroksida, reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut: